Kategori

Miris, Gadis 15 Tahun Ini Jadi Korban Pemerkosaan, Digilir Seperlima Penduduk Desanya

Diposting oleh On 09.35.00 with No comments


Seorang remaja usia 15 tahun di sebuah desa di Thailand mengaku jadi korban pemerkosaan sekitar 40 pria selama 8 bulan. Pengakuan itu membuat gempar penduduk, karena desa hanya dihuni 180 pria dewasayang artinya seperlima penduduk desa berpotensi jadi pelaku.
Gadis yang tidak disebutkan namanya tersebut mengklaim bahwa lusinan pria telah melakukan pelecehan seksual kepadanya saat orangtuanya berangkat kerja shift malam.
Para pelaku diduga menculiknya dari rumahnya dan membiusnya sebelum memperkosanya di sebuah desa kecil di Teluk Phang Nga, Thailand barat daya. Ibu anak ini mengatakan
"Karena saya dan suami saya bekerja sebagai penyadap karet, kita harus meninggalkan anak-anak kita sendirian antara tengah malam dan subuh."
Kepada polisi si ibu menyebut bahwa orang yang sama kembali beberapa malam
kemudian dengan pria dan geng lain memperkosa anak gadisnya. Serangan seksual itu kemudian berlanjut, dengan pria lain yang datang ke rumah keluarga si gadis dan memaksanya pergi ke gubuk pantai tempat mereka membiusnya dan membiarkan pria lain menyiksanya.
Pemerkosaan secara bergantian ini diduga terjadi mulai Mei tahun lalu. Polisi kini telah mengidentifikasi 11 tersangka penyerang, yang diklaim gadis itu bukan dari pulau tersebut. Yuttanakorn Juanjenkij, pejabat pemerintah di Tambon Loryoong, mengatakan kepada Malaysian Digest sulit dipercaya penduduk setempat.
"Warga lokal siap untuk bekerja sama dengan polisi," kata Yuttanakorn Juanjenkij, seorang pejabat pemerintahan di Tambon Loryoong, distrik setempat. Menurutnya, publistitas negatif ini telah mempengaruhi penduduk desa.
Ban Koh Raed adalah rumah bagi sekitar 180 pria dewasa, dengan beberapa warga mengungkapkan penyesalan dan skeptisisme tentang dugaan bahwa sekitar 40 pria terlibat dalam kekerasan seksual tersebut.
Sebab, jika klaim itu benar, artinya seperlima penduduk merupakan pihak yang melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak.
"Pikirkan tentang anak-anak yang tinggal di desa. Mereka merasa stres atas dugaan ini, mereka mungkin saja bisa berpikir bahwa ayah mereka mungkin salah satu tersangkanya," kata Yuttanakorn
Juga dikatakan bahwa setelah hasil pemeriksaan warga desa ditemukan bahwa
"Beberapa memiliki gejala ringan seperti stres, kegelisahan dan insomnia. Tapi yang lain memiliki masalah serius seperti pikiran untuk bunuh diri."
Dan sampai sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan. Semoga kasus ini cepat ditangani dan desa itu dipenuhi oleh kedamaian dan keamanan kembali.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »