Kategori

thumbnail

Diposting oleh On 19.24.00 with No comments


Seorang polisi wanita (polwan) anggota Polres Semarang mendapat pujian warganet, lantaran tak terpancing emosi saat seorang emak-emak memarahinya di jalan raya. Padahal, ibu pengendara sepeda motor itu melanggar ketentuan tertib berlalu lintas.
Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi 53 detik dan viral di media sosial. Insiden itu sendiri belakangan diketahui terjadi di Jalan Letjen Suprapto, Ungaran, Jateng, Selasa (19/9/2017) pagi

Sang ibu, dalam video itu, terekam dihentikan oleh polwan ketika dirinya melintas memakai sepeda motor matik bernomor polisi H 6876 TI.
Polwan yang belakangan diketahui bernama Hari Gusti Dharma itu lantas meminta sang ibu mundur kebelakang.
Pasalnya, ibu itu melewati batas marka jalan saat lampu lalu lintas berwarna merah tanda berhenti.
Bukannya mematuhi permintaan polwan, ibu itu justru marah-marah kepada Briptu Gusti. Ia menolak mundur kebelakang.
Bahkan, ibu itu tampak ingin menepis tangan polwan yang memegangi batang kaca spion kendaraannya.
"Saya yang punya motor, kenapa? Saya tidak takut. Kalau saya tak mau (mundur kebelakang) kenapa? Kamu mau apa?" tukas perempuan itu.
Kasatlantas Polres Semarang Ajun Komisaris Dwi Nugraha mengakui sudah mendapatkan identitas ibu-ibu dalam video viral itu.
"Kami sudah tahu. Empat bulan lalu, orang yang sama juga pernah marah-marah saat dirazia. Ketika itu, dia tak memakai helm. Padahal, ada helm digantungkan di motornya," terangnya.
Dwi menuturkan, ibu itu mudah naik pitam terutama setelah ditinggal suami.
"Itu kami ketahui dari ayahnya sendiri. Ayahnya pernah datang dan meminta maaf," tandasnya.
thumbnail

Diposting oleh On 09.35.00 with No comments


Seorang remaja usia 15 tahun di sebuah desa di Thailand mengaku jadi korban pemerkosaan sekitar 40 pria selama 8 bulan. Pengakuan itu membuat gempar penduduk, karena desa hanya dihuni 180 pria dewasayang artinya seperlima penduduk desa berpotensi jadi pelaku.
Gadis yang tidak disebutkan namanya tersebut mengklaim bahwa lusinan pria telah melakukan pelecehan seksual kepadanya saat orangtuanya berangkat kerja shift malam.
Para pelaku diduga menculiknya dari rumahnya dan membiusnya sebelum memperkosanya di sebuah desa kecil di Teluk Phang Nga, Thailand barat daya. Ibu anak ini mengatakan
"Karena saya dan suami saya bekerja sebagai penyadap karet, kita harus meninggalkan anak-anak kita sendirian antara tengah malam dan subuh."
Kepada polisi si ibu menyebut bahwa orang yang sama kembali beberapa malam
kemudian dengan pria dan geng lain memperkosa anak gadisnya. Serangan seksual itu kemudian berlanjut, dengan pria lain yang datang ke rumah keluarga si gadis dan memaksanya pergi ke gubuk pantai tempat mereka membiusnya dan membiarkan pria lain menyiksanya.
Pemerkosaan secara bergantian ini diduga terjadi mulai Mei tahun lalu. Polisi kini telah mengidentifikasi 11 tersangka penyerang, yang diklaim gadis itu bukan dari pulau tersebut. Yuttanakorn Juanjenkij, pejabat pemerintah di Tambon Loryoong, mengatakan kepada Malaysian Digest sulit dipercaya penduduk setempat.
"Warga lokal siap untuk bekerja sama dengan polisi," kata Yuttanakorn Juanjenkij, seorang pejabat pemerintahan di Tambon Loryoong, distrik setempat. Menurutnya, publistitas negatif ini telah mempengaruhi penduduk desa.
Ban Koh Raed adalah rumah bagi sekitar 180 pria dewasa, dengan beberapa warga mengungkapkan penyesalan dan skeptisisme tentang dugaan bahwa sekitar 40 pria terlibat dalam kekerasan seksual tersebut.
Sebab, jika klaim itu benar, artinya seperlima penduduk merupakan pihak yang melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak.
"Pikirkan tentang anak-anak yang tinggal di desa. Mereka merasa stres atas dugaan ini, mereka mungkin saja bisa berpikir bahwa ayah mereka mungkin salah satu tersangkanya," kata Yuttanakorn
Juga dikatakan bahwa setelah hasil pemeriksaan warga desa ditemukan bahwa
"Beberapa memiliki gejala ringan seperti stres, kegelisahan dan insomnia. Tapi yang lain memiliki masalah serius seperti pikiran untuk bunuh diri."
Dan sampai sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan. Semoga kasus ini cepat ditangani dan desa itu dipenuhi oleh kedamaian dan keamanan kembali.
thumbnail

Diposting oleh On 05.50.00 with No comments


Cerita tentang peristiwa pelecehan seksual di Tangerang viral di dunia maya. Dari cerita yang disebar melalui aplikasi chat Line itu bisa diambil pelajaran kalau predator seksual tak pandang usia saat melakukan aksinya.
Terbaca dari foto capture yang telah menyebar viral, cerita tersebut dibuat oleh pengguna Line bernama Novira Andreana. Ia mengaku menjadi saksi aksi pelecehan seksual yang terjadi di sebuah angkutan umum jurusan Ciledug Jombang, Tangerang, Banten

Novira mengawali ceritanya dengan mengatakan pelecehan seksual bisa terjadi pada siapapun tak mengenal usia. Bahkan yang terjadi di Tangerang, sang korban menggunakan pakaian tertutup.
Novira menceritakan saat itu angkutan umum yang ia tumpangi hanya berisi empat orang, Formasi penumpang antara lain, Novira, pria pelaku pelecehan seksual, seorang bapak-bapak dan ibu-ibu.
Novira merasa ada yang aneh dengan pria yang duduk di dekat ibu-ibu tersebut. Pelan tapi pasti, pria itu mulai mendekati sang ibu-ibu.
"Nggak lama gue merasa ada yang aneh, ini kenapa bapak-bapak deket amat ke ibu-ibu duduknya? Terus, tanganya juga kelihatan nggak di tempat yang seharusnya. Tangannya-atau jarinya, lagi pelan-pelan meraba payudara ibu-ibu tua di depan gue yang kebetulan jeleknya lagi tidur," tulis Novira.
Apa yang dilakukan pria tersebut tertangkap basah oleh Novira. Pria itu langsung gemetar seperti seorang penjahat tertangkap basah. Tak takut karena sudah ketahuan, pria tersebut mengulangi aksinya, di kesempatan kedua itu Novira berhasil mengambil gambar aksi pelecehan seksual itu.
Merasa takut untuk memperingatkan pelaku, Novira pura-pura bertanya mengenai rute ke stasiun agar perhatian pelaku terpecah. Trik itu berhasil hingga Novira dan ibu-ibu yang menjadi korban turun di stasiun.
Saat di stasiun Novira menceritakan apa yang dilihatnya kepada ibu-ibu tersebut. Sang ibu yang tak diketahui identitasnya itu kaget dan heran.
"Ya ampun, kok ada-ada aja sih, aku kan udah nenek-nenek," ungkap sang ibu-ibu seperti ditulis Novira.
Netizen pun turut berkomentar mengenai cerita tersebut.
"Nih woy, yang masih sering nyalahin gaya berpakaian, jelas-jelas yang salah pelakunya aja, udah titik," cuit @enakdiem.
"Masih mau bilang nyalahin yang pakai baju? Ketampar lo baca ginian?" cuit @vodcaaz.

thumbnail

Diposting oleh On 05.49.00 with No comments

Bertemu usai Berpisah 34 Tahun, Anak Peluk Ibu, Lalu Lakukan Hal Tak Disangka ini
 JAKARTA - Kerinduan tentunya bakal sering menyergap ketika Anda di rantau dan tinggal berjauhan dengan orangtua.
Diunggah ke Youtube oleh akun 'mohnanang Qosim', seorang pria merekam pertemuannya dengan sang ibu di Lampung setelah berpisah selama 34 tahun.
Meski diunggah pada 8 Mei 2017, video tersebut mendadak viral di media sosial.

Berikut tulisan si pengunggah di keterangan video:
Ini kisah nyataku.
Setelah 34 tahun lamanya mencari bapak dan ibu kandungku, Alhamdulillah Mei 2017 Allah mempertemukan aku dengan ibu kandungku.
Walau bapak aku baru 100 hari sudah berada di alam yang berbeda, keajaiban-Mu sungguh luar biasa.
Hal ini sebagai tanda cintanya kepada sang ibu.
Peristiwa mengharukan itu menuai reaksi dari para netizen.
Salah satunya mengaku merindukan sosok ibu ketika melihat video tersebut.
"Ya Allah waktu yang sangat lama. Pasti kamu dapat istri yg baik yang mengingatkan kamu untuk bertemu orang yang telah melahirkanmu. Syukurlah Allah masih memberi kesempatan bertemu sebelum maut memisahkan. Jadi ingat mama di kampung," tulis Darly Habibie.
Berikut videonya:



thumbnail

Diposting oleh On 00.30.00 with No comments


S (48), seorang penjaga sekolah di salah satu SDN di Kampung Tunggulsari, Pajang, Laweyan, Solo. S, warga Kalitan, Solo, tertangkap warga saat berduaan dengan perempuan bukan istrinya di salah satu ruangan di gedung sekolah tempat dia bekerja.
Awalnya warga melihat seorang perempuan berinisial AS (42) pada Rabu malam (13/9/2017) datang ke sekolah untuk menemui S. Warga sekitar sekolah curiga dan segera melaporkan ke pihak berwajib.

"Petugas menerima laporan dari warga Tunggulsari RT 3/ RW 16 pada Rabu malam."
"Saat itu warga sudah emosi terhadap S karena S dikenal arogan dengan warga kampung."
"Maka petugas segera melakukan pengamanan AS dan S," kata Aiptu Heriyanto, Kepala Seksi Humas Polsek Laweyan kepada wartawan pada hari Kamis (14/9/2017).
Setelah diamankan, petugas melakukan pemeriksaan kepada keduanya. Dari pemeriksaan diketahui bahwa pasangan tersebut sedang mengalami permasalahan dengam suami dan istri masing masing.
"S tidak lagi tinggal istrinya karena cekcok, kemudian AS dilaporkan ke pihak berwajib oleh suaminya karena perselingkuhan dengan S," kata Heriyanto.
Atas kasus tersebut, polisi memanggil sejumlah pihak dan tokoh masyarakat termasuk kepala sekolah.
"Hasil sementara pertemuannya, pihak sekolah melarang S untuk tinggal di sekolah lagi."
"Dan diberhentikan dari pekerjaanya. Selama menjadi penjaga sekolah, S tinggal di sekolah," kata Heriyanto.
thumbnail

Diposting oleh On 06.52.00 with No comments

Gambar terkait

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raden Fatah Gang Hasyim, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. 14 /09/17 Pukul 9.30 Pagi. Seorang suami yang tak kuasa menahan cemburu karena ulah istrinya berujung situasi penuh darah. 


Semua berawal saat sang istri menghadiri reuni SMA, disana dia bertemu dengan mantan pacarnya waktu di sekolah. Sang suami cemburu dan kemarahan nya memuncak saat sang istri kerap di telfon. Terjadilah pertengkaran, hingga sang suami nekat untuk membacok sang istri, saat hendak di lerai oleh anak nya yg berusia 16 tahun malah anaknya ikut di bacok.


Kedua korban saat ini sudah di larikan ke Rumah Sakit Bhakti Asih. Akhirnya sang pelaku berhasil di bekuk beberapa jam setelah kejadian.

"Mari jadikan kisah Ini buat pembelajaran, teman reuni Kita Bukan seperti dulu, sdh punya keluarga , berkomunikasilah sewajarnya agar tdk menimbulkan kecemburuan pasangannya, Aplgi hingga membuat keretakan rumah tangganya, tdk merasa berdosakah kita bila sampai berujung seperti ini??? Kita lah YG pantas disalahkan" tulis pemilik akun Yuni Rusmini.