Kategori

Ditinggal Suami Ngebor Minyak, Ibu Dua Anak Minta “Dibor” Pejabat Pemprov

Diposting oleh On 18.55.00 with No comments


INI setan nggak ada liburnya. Bulan puasa masih mengajak Ny. Lastri, 40, untuk mengkhianati suami. Bayangkan, saat suami bekerja di pengeboran minyak, di rumah dia mau-maunya “dibor” pejabat Pemda Metro (Lampung). Akhirnya mereka digerebek warga ketika semuanya sudah selesai.
Maunya setiap orang, bekerja di dekat rumah dan gaji gede. Tapi tak semuanya bisa kesampaian. Mau gaji gede harus jauuuuh dari kota, sehingga bisa pulang ketemu keluarga sebulan sekali. Lelaki model begini sangat akrab dengan istilah PJKA dalam arti: Pulang Jumat Kembali Ahad. Itu pun tidak setiap minggu, tapi sebulan sekali.
Ny. Lastri yang tinggal di Banjarsari, Metro Utara, termasuk istri yang merana. Dia baru bisa ketemu suami sebulan sekali, karena bapaknya anak-anak, Masnun, 45, bekerja di pengeboran minyak lepas pantai daerah Kalimantan Timur. Karenanya hari-hari di rumah selalu nampak sepi, dan hiburannya paling-paling anak-anak itu sendiri.
Di kala sedang dilanda sepi Lastri berkenalan dengan Muklis, 43, seorang Kabag di Pemkot Metro. Dalam usia 40 tahun Lastri memang masih nampak sekel nan cemekel. Ditambah wajahnya yang cantik, ukuran celana Muklis langsung berubah. Apa lagi setelah tahu perempuan itu sering ditinggal suami berlama-lama, otaknya langsung ngeres. “Saya juga siap menggantikan posisi suami.” Kata batin oknum pejabat itu,
Rupanya gayung bersambut. Tanpa melalui Tim Sinkronisasi, Muklis dapat akses bisa main ke rumah Lastri tengah malam. Ketika anak-anak sudah tidur, Lastri dan Muklis menyibukkan diri dengan kegiatan yang sangat signifikan. Jelasnya, di kala suami bekerja di pengeboran minyak, malam itu Lastri malah “dibor” oknum pejabat itu sampai merem melek.
Akhirnya kunjungan tengah malam itu menjadi rutinitas. Tak peduli bulan Ramadan, Muklis suka juga datang malam-malam. Pamit pada istri di rumah, mau tarawih keliling. Padahal aslinya, justru ngendon di kamar Ny. Lastri. Lama-lama warga pun curiga. Kenapa tamunya selalu datang tengah malam, dan sepeda motor selalu dimasukkan.
Beberapa hari lalu diadakan penggerebekan. Saat didatangi warga, Lastri berkelit bahwa tak ada tamu lelaki di rumah. Tapi begitu digeledah, ternyata ditemukan Muklis ada di kamar pribadinya, dalam posisi hanya dengan pakaian dalam. Tahulah, habis ngapain saja mereka itu.
Tahu digerebek warga Muklis pun panik. Siap bayar berapa saja, asalkan tidak dibawa ke ranah hukum. Tapi warga tak peduli. Malam itu juga kasus Muklis-Lastri sudah masuk polisi dan keduanya dikenakan pasal perzinaan. Masnun selaku suami dipanggil pulang, karena ada masalah serius di rumah.
Dimaafkan, atau diceraikan, Bro? (JPNN/Gunarso TS
source
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »