Kategori

thumbnail

Diposting oleh On 03.45.00 with No comments

SEMARANG - Sebanyak dua oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Brebes terkena operasi tangkap tangan (OTT) petugas Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Tengah.

Mereka adalah petugas yang mengurusi SIM Keliling. Mereka melakukan pungutan liar (pungli) kepada pemohon SIM.Ditangkap Jumat 23 Desember 2016 siang, atas nama Bripka H dan Bripka S," ungkap Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Budi Haryanto di Mapolda Jawa Tengah, Kamis (29/12/2016).

Budi menyebut, saat ditangkap tangan didapati barang bukti uang Rp2,2 juta. TKP di SIM keliling di kawasan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. "Tangkap tangan ini, berawal dari adanya laporan masyarakat," katanya.

Baca Juga : Nasib Sial yang Mau Dibegal ternyataTNI

Dia menjelaskan, anggota yang kena OTT langsung dibawa ke Mapolda Jawa Tengah untuk dilakukan klarifikasi petugas Paminal. Selanjutnya, berkas diproses petugas Provos untuk disidang disiplin.

Mereka sudah dipulangkan ke Polres Brebes menunggu sidang internal Propam Polda. Jika pelanggaran disiplin dilakukan lebih dari tiga kali, bisa kena sanksi kode etik.

Informasi yang dihimpun, modus punglinya adalah melayani pembuatan SIM baru dengan tarif tertentu dan memungut biaya lebih untuk perpanjangan SIM tidak sesuai ketentuan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarod Padakova menyebut SIM keliling hanya melayani perpanjangan. "Kalau sidang disiplin, hukuman terberat bisa kurungan 14 hari di tempat khusus (sel tahanan)," tandasnya.

okezone
thumbnail

Diposting oleh On 00.41.00 with No comments


klikklikberita -- Warga kampung Pungkuran, Kutoharjo, Kaliwungu, Kendal dihebohkan dengan penemuan sebuah benda sebesar dua ruas jari kelingking, yang warga sekitar meyakini itu adalah sosok Tuyul.
Mbah Woh, panggilan akrab warga sekitar, adalah orang yang menemukan benda tersebut pada hari Selasa (27/12).


"Saya awalnya tidak tahu itu benda apa, saya juga tidak tahu itu datang dari mana, tiba-tiba saja ada di depan rumah saya," ujarnya dalam bahasa Jawa.
Benda yang dianggap warga sebagai sosok Tuyul tersebut, sudah membuat warga sekitar kampung Pungkuran berbondong-bondong untuk datang melihat benda tersebut sejak hari ditemukan oleh Mbah Woh.

"Ada warga sini yang bisa melihat hal gaib dan mengatakan itu Tuyul dan ada juga yang bilang itu Jenglot, tapi saya tidak begitu mempercayainya. Ya saya hanya tahu bahwa benda itu di dalamnya terdapat sosok mirip manusia kecil," ujarnya kepada Tribun Jateng pukul 19.30 WIB, Rabu, (28/12/2016).
Bahkan ada warga yang menyarankan untuk membuat kotak sumbangan seikhlasnya untuk sekedar melihat benda tersebut, tetapi Mbah Woh menolaknya.


"Saya tidak setuju dengan hal tersebut, saya menganggap dengan adanya benda tersebut sebagai pengingat buat kita, bahwa manusia hidup juga harus berdampingan dengan makhluk lain ciptaan Tuhan YME dan kita wajib mempercayainya," tegasnya.
Karena terlalu banyaknya warga yang penasaran dengan penemuan benda tersebut dan membuat kegaduhan, akhirnya dari pihak kepolisian Polsek Kaliwungu mengamankan benda tersebut pada Rabu siang.


"Gara-gara benda itu, anak-anak yang seharusnya setiap sore untuk belajar mengaji di Masjid, perhatiannya teralihkan untuk ramai-ramai menonton. Karena tidak memberikan manfaat akhirnya diamankan pihak kepolisian," imbuhnya.
Saat Tribun Jateng mencoba mengklarifikasi temuan benda yang dianggap Tuyul tersebut kepada polisi yang piket malam di Polsek Kaliwungu, dijelaskan bahwa benda tersebut sudah diserahkan ke Polres Kabupaten Kendal. (*)

thumbnail

Diposting oleh On 08.56.00 with No comments

    Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melihat ke arah pengunjung sebelum             dimulainya sidang lanjutan di PN Jakarta Utara, Selasa (26/12). Ahok hadir untuk mendengar putusan sela hakim.           
klikklikberita, Jakarta - Tim Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjamin kliennya tidak akan diputus bersalah atas kasus dugaan penistaan agama. Anggota pengacara Ahok, Humphrey Djemat menyatakan, warga tetap bisa memilih Ahok pada pemungutan suara pada 15 Februari 2017 nanti.

"Saya berani menjamin bahwa pada 15 Februari nanti, Ahok tidak akan diputuskan bersalah dan masuk penjara. Ini butuh waktu 3 atau 4 bulan lagi dari sekarang," ujar Humphrey dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/12/2016).

Humphrey pun membantah kabar Ahok akan langsung digantikan Djarot Saiful Hidayat untuk menduduki kursi DKI 1. "Pada 15 Februari, orang berpikir pak Ahok lagi di dalam penjara sehingga orang berpikir tidak usah pilih Pak Ahok. Sekali lagi, tidak mungkin (Ahok dipenjara)," ujar Humphrey.

Humphrey yakin, pada 15 Februari nanti Ahok tidak berada di dalam penjara dan masih menjadi warga negara yang bebas menggunakan hak pilihnya.

"Pak Ahok masih menjalani proses persidangan yang seminggu sekali digelar. Kalau pak Ahok menang pilkada dan pada saat bersamaan bebas dari jerat hukum maka dia akan memimpin kota Jakarta kembali," kata Humphrey.

Menurut Humprey, proses hukum Ahok membutuhkan waktu yang lama. Sehingga warga dan pendukung tak perlu khawatir Ahok tak dapat kembali menjadi gubernur.

"Pertarungan sesungguhnya terjadi pada saat pemeriksaan saksi-saksi," Humprey memungkas.

 Liputan6
thumbnail

Diposting oleh On 07.56.00 with No comments


 Klikklikbeirta Walikota Jambi H Sy Fasha menutup Hotel Novita terkait pohon natal dengan lafaz Allah
Tulisan lafaz Allah yang diletakkan di bawah pohon natal, Jumat (23/12/2016), memicu protes keras warga Jambi. Media sosial juga langsung heboh ketika foto-foto dan videonya menyebar.

Tidak menunggu lama, Walikota Jambi H Sy Fasha menggelar rapat Forkopinda, malam itu juga. Akhirnya disepakati keputusan untuk menutup hotel Novita.

Usai rapat, Fasha langsung mendatangi lokasi dan menutup sendiri hotel tersebut.

“Maaf hotel ini dihentikan operasinya" demikian tulisan yang ditandatangani oleh Walikota Jambi H. Sy Fasha, seperti dikutip Kantor Berita Jambi.

Baca Juga   : Manfaat Rokok Bagi Manusia

Ketika wartawan datang ke hotel tersebut sekira pukul 23:00 WIB, lampu depan Hotel Novita telah dimatikan. Hotel itu menjadi gelap gulita, meskipun banyak warga yang berdatangan ke lokasi.

Tidak jelas bagaimana nasib pengunjung hotel apakah dipindahkan atau tetap berada di dalam hotel.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Jambi dihebohkan dengan adanya Miniatur pohon natal di hotel Novita. Pasalnya, di bawah pohon natal itu ditulisi lafaz Allah dari butiran hiasan. Warga memprotes karena tidak sepantasnya ada lafaz Allah dalam hiasan natal. Apalagi jika diletakkan di bawah, yang bisa menyinggung umat Islam. (Baca: Lafaz Allah Dituliskan di Bawah Pohon Natal, Pengunjung Hotel Heboh)

Menurut pengunjung, tulisan lafaz Allah itu telah ada sejak sore.

 [Ibnu K/Tarbiyah.net]
thumbnail

Diposting oleh On 03.54.00 with No comments

BEKASI - Warga Gang Kalong RT 08/02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi dikejutkan dengan penangkapan tiga pelaku pembunuhan yang terjadi di Pulomas, Jakarta Timur.

Berdasarkan penuturan warga setempat, polisi sempat melepas beberapa kali tembakan di lokasi penangkapan.

Bahkan warga menyebut, dua dari tiga pelaku yang ditangkap polisi tewas di lokasi kejadian.

Sedangkan satu pelaku bernama Ramlan Butarbutar, selaku pengontrak rumah tidak ditembak polisi.
"Sempat terdengar empat tembakan di lokasi kejadian. Tidak lama berselang, dua pelaku tersungkur di jalanan," kata Ketua RT setempat bernama Anyi Amit (61) di lokasi pada Rabu (28/12/2016).

Anyi mengatakan, penangkapan itu berlangsung sangat cepat. Saat itu, puluhan polisi berpakaian preman tiba ke lokasi menggunakan tiga unit mobil.

Setibanya di lokasi, mereka bergegas ke rumah kontrakan yang disewa oleh Sibutarbutar.

"Saat polisi masuk, warga diminta menjauh dari lokasi kejadian. Tidak lama kemudian terdengar ada yang teriak dan bunyi tembakan sebanyak empat kali," ujar Anyi.

[tribunkota]