
KLIKKLIKBERITA.COM, SOLO — Upaya siswi sekolah menengah atas (SMA) di Sragen melaporkan perkataan kasar Front Pembela Islam (FPI), membuahkan hasil. FPI akhirnya meminta maaf kepada IJ, 16, siswi SMA di Sragen yang melaporkan salah satu ormas Islam itu ke Polres Sragen setelah dimaki-maki dengan kata tak pantas yang merujuk ke wanita penjaja tubuh.
Permintaan maaf itu disampaikan FPI saat bertemu IJ dan kedua orangtuanya di Makodim 0725/Sragen. Pertemuan kedua belah pihak dimediasi oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf. Denny Marantika.
Sementara itu, sosok pendaki cantik Putri Nur Fitriana asal Kalimantan Timur, juga menarik perhatian pengakses Internet (netizen), di klikklikberita.com. Ia adalah wanita pendaki yang sempat dihujat warga dunia maya karena foto kontroversial membawa bunga berwarna ungu di Semeru, dan dikira netizen sembarangan mencabut bunga lavender. Padahal, ternyata bunga yang dibawa Putri adalah bunga hama.
Baca juga :
