Kategori

thumbnail

Diposting oleh On 20.54.00 with No comments


Seorang ayah tega sekali melakukan hal ini pada anak sendiri.

Padahal, anaknya tersebut baru berusia 2 hari.

Atas tindakan bengis tersebut, sang ayah muda harus menerima hukuman dengan rela dipenjara seumur hidup.

Liam Deane menyerang bayi mungilnya sendiri.

Bayi tersebut bernama Luna.

Luna yang barus berusia 2 hari, saat itu tak bisa berhenti menangis.

Karena hal ini, Deane kehilangan kesabaran.

Tangisan Luna baginya adalah teror.

Memasuki 2 hari semenjak kelahirannya, Deane jengah dengan tangisan ini.

Kesal, dia meninju luna.

Bayi tersebut sekarat hingga akhirnya mati karena hantaman keras dari sang ayah.

Sebelumnya, ibu Luna meninggalkannya bersama sang ayah yang tengah tidur.

Namun Deane kehilangan kesabarannya di malam tersebut.



Luna terus menangis.

Seperti yang dikutip dari Grid.ID, Jaksa Penuntut dalam persidangan mengatakan luka-luka ditemukan pada bayi tersebut.

Michael Smith mengatakan ada luka yang bersarang di otak, tubuh, hingga wajah.

"Dia mengatakan bahwa dirinya bertanggungjawab atas semua luka yang diderita."

Deane mengaku kehilangan kontrol.



Dalam pengadilan, ibu Luna, Karen Bissett, mengaku tengah pergi ke rumah keluarga di Wakefield, West, Yorkshire, Inggris.

Wanita yang baru berumur 21 tahun tersebut melakukan perjalanan pada 11 Juli.

Esok harinya, si suami memberi tahu bahwa Luna telah jatuh.

Sebuah ambulan dipanggil setelah Karen diberitahu.

Dikatakan bahwa Luna mengalami kesulitan pernapasan dan terjatuh, kemudian memukul kepalanya sendiri.

Petugas paramedis tiba dan melihat wajah Luna membengkak parah dan memerah.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke Leeds General Infirmary (LGI).

LGI sendiri adalah adalah sebuah rumah sakit.

Akhirnya Luna meninggal setelah menerima perawatan intensif pada 14 Juli.

Luna berjuang selama 3 hari setelah mendapat hantaman dari ayah kandungnya sendiri.

Dokter menyimpulkan Luna meninggal akibat menderita trauma kepala.

Dia mengalami luka otak yang begitu dahsyat.

Deane sungguh menyesal saat polisi mewawancarainya.

Pengakuan atas kejadian ini keluar dari mulut sang ayah.

Dialah yang menyerang anaknya sendiri.
Tak hanya meninju muka Luna, dia juga meremas badan dan lengannya, serta mengguncang-guncangkannya.

Kini, Deane akan mendekam di pencara untuk waktu yang cukup lama.

Sang ayah akan merenungi apa yang telah diperbuat pada putrinya tersebut.
thumbnail

Diposting oleh On 20.45.00 with No comments


Sesampainya di rumah, wanita ini heran melihat ada beberapa uang koin yang sengaja ditaruh di bagian belakang mobilnya tersebut.

Semakin hari kasus kriminalitas tak kunjung selesai. Bahkan semakin hari modus-modus kriminalitas seperti perampokan terus bervariasi. Mulai dari pembegalan yang tak segan membunuh korbannya, sampai dengan modus anak kecil meminta tumpangan ke tempat sepi yang telah direncanakan para perampok sebelumnya.

Kini ada modus baru dalam kasus serupa ini. Dengan motif yang sama yaitu untuk mengambil paksa barang berharga pengendara, para perampok meletakkan beberapa koin di bagian belakang mobil, agar mobil tersebut berhenti dan melihat apa yang terjadi di bagian belakang mobil.

Saat pengendara mobil telah membuka pintu mobil dan lengah, perampok pun mulai menggasak barang-barang berharga yang terdapat di dalam mobil seperti tas, handphone dan laptop.



Modus perampokan ini dialami oleh Grace Semilla, salah satu warga Kota Cebu Filipina. Semilla mengatakan bahwa pada saat itu ia sedang mengendarai mobilnya di siang hari. Saat hendak berbelok, kaca mobilnya diketuk oleh seorang wanita dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang jatuh dari bagian belakang mobilnya tersebut.

Melihat tingkah laku yang mencurigakan, Semilla pun mengabaikan teguran wanita tadi. Tak lama setelah itu, melihat mobil Semilla tak kunjung berhenti, pria lain yang diduga berteman dengan wanita pertama mencoba untuk menghentikan laju mobilnya dengan memberitahukan hal yang serupa.

Semilla pun semakin curiga, kenapa ada orang yang sebegitu kerasnya mencoba untuk menghentikan mobilnya itu. Ia pun lebih memilih melarikan diri dan mengendarai kendaraannya lebih kencang lagi.

Sesampainya di rumah, Semilla heran melihat ada beberapa uang koin yang sengaja ditaruh di bagian belakang mobilnya tersebut. Padahal ia sangat yakin bahwa tidak pernah menaruh koin-koin tersebut di belakang mobilnya.


Melalui akun sosialnya, ibu tiga anak ini menghimbau, terutama untuk para wanita yang mengendarai mobil sendirian, hendaknya berhati-hati saat ada orang asing yang mengatakan sesuatu benda terjatuh dari mobil. Karena jika pengendara tersebut berhenti dan membuka pintu mobilnya. Orang asing yang memberikan peringatan tadi akan menggasak seluruh barang berharga yang ada di mobil Anda.

“Belakangan modus ini sering terjadi di jalanan. Sebaiknya anda memeriksakan terlebih dahulu bahwa semua barang yang dibawa telah masuk ke dalam mobil sehingga tidak terjatuh. Selain untuk keamanan diri sendiri, hal ini juga untuk menghindari modus perampokan yang hampir saya alami,” ungkap Semilla seperti dikutip beritaliputan.com.
thumbnail

Diposting oleh On 20.48.00 with No comments



























Dua orang tentara Amerika Serikat diduga mencoba menyusup lokasi acara Hari Ulang Tahun ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten.

Keduanya diduga menyusup pada Rabu 4 Oktober 2017 atau satu hari sebelum pelaksanaan HUT TNI. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh SINDOnews, kedua warga negara AS berinisial ZM dan BM ditangkap karena diduga hendak melakukan penyusupan pada Rabu pukul 13.00 WIB. Kemudian kedua warga negara asing (WNA) itu diinterogasi oleh pihak TNI.

Keduanya diketahui datang ke Indonesia menggunakan visa on arrival tanggal 15 September 2017 melalui Bandara Soekarno-Hatta. Mereka mengaku menginap di Hotel Ritz Carlton Jakarta.

Saat ditangkap, keduanya mengatakan sedang berjalan-jalan di Cilegon. Keduanya mengaku sebagai tentara AS. Mereka ingin mengecek, apakah aksi-aksi TNI yang selama ini dibanggakan rakyat Indonesia itu asli atau hanya sandiwara saja. Ternyata mereka terkejut, karena semua aksi yang dilakukan TNI adalah murni tanpa skenario curang.

Kepada keduanya, pihak TNI saat itu menyampaikan apabila tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian atau dokumen keimigrasian, kedua WNA itu akan dikembali kepada kesatuannya yang sedang berada di Jakarta dan dikawal TNI sampai ke tempat tujuan.

Pihak TNI juga menyampaikan sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Amerika di Jakarta mengenai keberadaan dua WNA di Cilegon.

Saat dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut, Kepala Penerangan Kopassus Letkol Inf Joko Tri Hadimantoyo membenarkan.

"Benar diamankan oleh Koramil setempat," kata Joko, Jumat (6/10/2017).
(dam)
thumbnail

Diposting oleh On 20.46.00 with No comments


Air susu dibalas air tuba. Itu pepatah ‘zaman baheula’. Malin Kundang era milenium ke-3 ini ‘membalas air susu (ibu) dengan air baterai’. Setidaknya, demikian gambaran kisah jagal terkeji dari Serdang Bedagai ini.

Kisah keji ini berawal heboh penemuan sesosok mayat wanita tua di pinggiran Sungai Padang, persis di bawah jembatan Dusun II Desa Gelak Sei Serimah, Kec Bandar Khalifah, Serdang Bedagai (Sergai), Senin siang sekira jam 11.00 WIB.

Sempat berstatus ‘tanpa identitas’, belakangan sosok wanita malang dengan kondisi kepala terbelah itu diketahui bernama Sopiani boru Parhusip. Itu terungkap setelah mayat dievakuasi ke RSUD Kumpulan Pane di Kota Tebingtinggi.

Ibu 60 tahun itu diketahui tinggal nun…. di Dusun Tapian Nauli, Desa Sei Serima, Bandar Khalifah, Sergai. Lazimnya orang berumur uzur, Sopiana boru Parhusip pun sering sakit-sakitan. 2 tahun terakhir, pasca ditinggal mati suami tercinta, sakit fisiknya malah diperparah dengan derita depresi.

Di usia senjanya, Sopiana tinggal bersama anak kandungnya, Sangkot Manurung (23). Sangkot dilaporkan mengurus segala tetek bengek kebutuhan hidup ibunya itu. Tapi di akhir pekan kemarin, semua budinya itu terhenti.

Sangkot berubah 360 derajat. Ia, yang merasa telah capek mengurus hidup ibunya yang jompo mendadak beraksi bak setan. Bersenjata parang dan sebongkah batu besar, Sangkot tega membantai wanita yang melahirkannya itu.
Sopiana yang ringkih seketika tewas dengan sejumlah luka mengerikan : kepala terbelah dan 2 mata nyaris tercungkil. Guna menghilangkan jejak, dia kemudian membuang mayat sang ibu ke sungai dekat rumahnya.

Beruntung 2 hari kemudian warga di tepi Sungai Padang alur Desa Gelak, Bandar Khalifah, menemukan mayat Sopiana.



Lalu bagaimana kisah jagal anak durhaka ini akhirnya terungkap?

Semua berawal dari H Manurung (43). Datang dari Desa Paya Lombang, Langau, 2 hari lalu. Adik almarhum ayah Sangkot itu datang ke rumah guna menjenguk Sopiana, kakak iparnya. Tapi Sopiana tak ditemukan. Begitu juga Sangkot.

Temuan aneh itu lalu dilapor Manurung ke Polsek Bandar Khalifah. Laporannya soal hilangnya sesosok wanita tua itu kemudian sebangun dengan temuan mayat perempuan uzur di Sungai Padang.

Di sinilah tabir keji itu mulai tersingkap. Polisi kemudian segera mencari Sangkot. Laki edan itu ternyata tak susah ditemukan. Sangkot ditangkap di kawasan dekat rumah yang ditinggalkannya.

“Kami berharap tersangka (Sangkot) selamanya diungsikan dari kehidupan kami,” ujar Manurung seusai Sangkot digelandang ke Polsek Bandar Khalifah.

Hingga kemarin, laki sadis itu masih tampak ditahan dan diperiksa polisi penyidik. Hasil pemeriksaan sementara, Sangkot mengaku tega membunuh ibu kandungnya setelah dia terbujuk sebuah bisikan gaib.

Polisi masih mendalami motif pembunuhan sadis ini. “Kasus ini masih menunggu perintah Kapolres (Sergai) (soal) siapa yang menangani (kasus ini),” singkat Kapolsek Bandar Khalifah APK Sopian. (gabe)
thumbnail

Diposting oleh On 19.34.00 with No comments

Andai Saja Pilpres Dilaksanakan Hari Ini, Siapa yang Akan Menang? Ini Hasil Survei SMRC
JAKARTA - Sebuah survei politik digelar oleh Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada 3-10 September 2017 lalu. Survei ini mencoba mengukur, siapa yang akan menang jika Pemilu Presiden diselenggarakan sekarang.
Survei SMRC menunjukkan, Jokowi mendapat dukungan dari 45,6 responden yang mereka tanyai.
Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dipilih 18,7 persen oleh responden.
Keunggulan Jokowi atas Prabowo bertahan pada survei yang dilakukan dengan cara spontan ke responden.
Data SMRC juga menunjukkan sosok yang langsung muncul di benak responden yakni Jokowi 39 persen, disusul Prabowo 12 persen, SBY 1,6 persen, dan nama-nama lain di bawah 1 persen.
Dari survei tersebut pun didapatkan bahwa Prabowo dianggap cenderung tidak mengalami kemajuan elektabilitas atau tingkat keterpilihan.
Survei juga menunjukkan kepuasan atas pemerintahan Jokowi lebih baik dibandingkan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 
thumbnail

Diposting oleh On 19.27.00 with No comments


Di dalam rumah tangga akan selalu saja ada badai yang menghadang, tinggal bagaimana masing-masing individu dalam menyikapinya. Badai ini bisa kecil dan bahkan membesar dan tak bisa diselesaikan dengan baik.

Mungkin istilah Pelakor sudah menyebar ditelinga masyarakat, Pelakor adalah sebuuah singkatan dari perebut laki orang. artinya, pelakor artinya adalah orang (perempuan) yang merebut suami orang lain.

Fenomena ini banyak muncul, lagi-lagi dilihat dari media sosial. Banyak status dengan kasus seperti itu, banyak juga yang membagikan kasus-kasus seperti itu. Salah satunya adalah kisah menharukan dari salah satu pengguna facebook ini yang suaminya direbut seorang janda.

Akun bernama Echa ini memposting kondisi rumah tangganya yang sedang dihantam deru badai perpisahan, melalui facebook pribadinya ia mengungkapkan bahwa ia baru saja melahirkan dan ditinggal suaminya karena seorang janda beranak satu.

Dulunya sering liat diberanda dan seketika viral tentang apa itu pelakor dan hari ini terjadi kepada saya, ya saya...

Seorang istri yang baru melahirkan putra tampan bernama 'hervino nazril rashaad'
Semua yg saya rasakan ini seperti mimpi,
Dalam keadaan baru melahirkan 2 minggu
Ayah dari anak saya tidak pernah pulang.


Dan akhirnya saya mengetahui keberadaannya,
Dia berada dipelukan janda anak 1 dan sedang hamil besar yg sangat dipastikan itu bukan anak dr suami saya...

Entah apa yg ada dibenak suami saya...
Saya gak tau lg harus gimana, saya selama ini diam...

Dgn pedenya pun pelakor itu bilang
'Mereka berdua sama sama punya rasa yg sama'

Tuhaaaan cobaan macam apa ini?

Rasa sakit melahirkan tiada banding dengan keadaan batinku dan anak ku saat ini.
Mungkin dngn cara ini mereka berdua jengah/berhenti mengumbar kemesraan didepan publick....
Sewajarnya orang baru melahirkan itu pantasnya dapat kasih sayang lebih dr suaminya, tapi itu tdk terjadi kpd saya...

Kamu gak inget pulang sayang???
Anakmu terus menangis...
thumbnail

Diposting oleh On 19.52.00 with No comments


Malaysia kembali berulah. Kali ini negeri jiran itu mengklaim kuda lumping sebagai bagian dari kebudayaannya.
Hal ini terkuak dari unggahan pada akun @missgrandmalaysia. Akun tersebut memajang foto seorang model mengenakan kostum dilengkapi properti kuda anyaman karya desainer Hana Yakoob.
Akun itu menamai kostum tersebut dengan Kostum Nasional " Kuda Warisan" . Inspirasikostum itu datang dari kebudayaan masyarakat Jawa yang bermukim di selatan Johor.
Di awal abad ke-20, migrasi komunitas Jawa dari Indonesia menggunakan kapal Belanda dan Jepang untuk mencari daerah baru, membawa serta kebudayaan mereka termasuk tarian unik yang kerap diperagakan di sejumlah kesempatan menyenangkan," tulis akun tersebut, sebagaimana diakses Dream pada Selasa 3 September 2017.
Akun ini juga menyebut bahwa pada 1971 Menteri Pariwisata Johor menyatakan kuda kepang atau kuda lumping dari masyarakat Jawa sebagai simbol kesatuan dari perbedaan budaya di Johor.
Dengan kemiripan sejarah yang kuat, warisan budaya Jawa tersebar di kawasan Johor, Perak dan Selangor di Malaysia dan Singapura," tulis akun tersebut.

Bukannya menuai pujian, unggahan tersebut justru banjir kecaman. Sebagian besar warganet menuding Malaysia telah mencuri warisan kebudayaan Indonesia.
Tak ada mention itu budaya Jawa Indonesia saat terpiilih menang .. tak ada hubungannya pula org Jawa disana sbg anak yatim bla bla.. mereka tau bahwa mereka keturunan Jawa dan ada sisa2 budaya Jawa pada mrk , silahakan saja ,, tetapi utk acara2 mereka sendiri ! jika akan dibawa ke tingkat nasional apalagi internasional sudah harus disebut daerah dan negara asal budaya itu, tak bolehlah orang2 malaysia seenaknya bilang itu budaya Malaysia ! Harus selalu sebut itu budaya JAWA !! #shameonyoumalaysia #malingsia," tulis pemilik akun @dewirania18.
Indonesia yang punya bukan Malaysia," tulis pemilik akun @zulfikrinst_
Warisan Indonesia bukan Malaysia," tulis pemilik akun @ongkywahyudi_

Malaysia kembali berulah. Kali ini negeri jiran itu mengklaim kuda lumping sebagai bagian dari kebudayaannya.
Hal ini terkuak dari unggahan pada akun @missgrandmalaysia. Akun tersebut memajang foto seorang model mengenakan kostum dilengkapi properti kuda anyaman karya desainer Hana Yakoob.
Akun itu menamai kostum tersebut dengan Kostum Nasional " Kuda Warisan" . Inspirasikostum itu datang dari kebudayaan masyarakat Jawa yang bermukim di selatan Johor.
Di awal abad ke-20, migrasi komunitas Jawa dari Indonesia menggunakan kapal Belanda dan Jepang untuk mencari daerah baru, membawa serta kebudayaan mereka termasuk tarian unik yang kerap diperagakan di sejumlah kesempatan menyenangkan," tulis akun tersebut, sebagaimana diakses Dream pada Selasa 3 September 2017.
Akun ini juga menyebut bahwa pada 1971 Menteri Pariwisata Johor menyatakan kuda kepang atau kuda lumping dari masyarakat Jawa sebagai simbol kesatuan dari perbedaan budaya di Johor.
Dengan kemiripan sejarah yang kuat, warisan budaya Jawa tersebar di kawasan Johor, Perak dan Selangor di Malaysia dan Singapura," tulis akun tersebut.
thumbnail

Diposting oleh On 19.24.00 with No comments


Seorang polisi wanita (polwan) anggota Polres Semarang mendapat pujian warganet, lantaran tak terpancing emosi saat seorang emak-emak memarahinya di jalan raya. Padahal, ibu pengendara sepeda motor itu melanggar ketentuan tertib berlalu lintas.
Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi 53 detik dan viral di media sosial. Insiden itu sendiri belakangan diketahui terjadi di Jalan Letjen Suprapto, Ungaran, Jateng, Selasa (19/9/2017) pagi

Sang ibu, dalam video itu, terekam dihentikan oleh polwan ketika dirinya melintas memakai sepeda motor matik bernomor polisi H 6876 TI.
Polwan yang belakangan diketahui bernama Hari Gusti Dharma itu lantas meminta sang ibu mundur kebelakang.
Pasalnya, ibu itu melewati batas marka jalan saat lampu lalu lintas berwarna merah tanda berhenti.
Bukannya mematuhi permintaan polwan, ibu itu justru marah-marah kepada Briptu Gusti. Ia menolak mundur kebelakang.
Bahkan, ibu itu tampak ingin menepis tangan polwan yang memegangi batang kaca spion kendaraannya.
"Saya yang punya motor, kenapa? Saya tidak takut. Kalau saya tak mau (mundur kebelakang) kenapa? Kamu mau apa?" tukas perempuan itu.
Kasatlantas Polres Semarang Ajun Komisaris Dwi Nugraha mengakui sudah mendapatkan identitas ibu-ibu dalam video viral itu.
"Kami sudah tahu. Empat bulan lalu, orang yang sama juga pernah marah-marah saat dirazia. Ketika itu, dia tak memakai helm. Padahal, ada helm digantungkan di motornya," terangnya.
Dwi menuturkan, ibu itu mudah naik pitam terutama setelah ditinggal suami.
"Itu kami ketahui dari ayahnya sendiri. Ayahnya pernah datang dan meminta maaf," tandasnya.
thumbnail

Diposting oleh On 09.35.00 with No comments


Seorang remaja usia 15 tahun di sebuah desa di Thailand mengaku jadi korban pemerkosaan sekitar 40 pria selama 8 bulan. Pengakuan itu membuat gempar penduduk, karena desa hanya dihuni 180 pria dewasayang artinya seperlima penduduk desa berpotensi jadi pelaku.
Gadis yang tidak disebutkan namanya tersebut mengklaim bahwa lusinan pria telah melakukan pelecehan seksual kepadanya saat orangtuanya berangkat kerja shift malam.
Para pelaku diduga menculiknya dari rumahnya dan membiusnya sebelum memperkosanya di sebuah desa kecil di Teluk Phang Nga, Thailand barat daya. Ibu anak ini mengatakan
"Karena saya dan suami saya bekerja sebagai penyadap karet, kita harus meninggalkan anak-anak kita sendirian antara tengah malam dan subuh."
Kepada polisi si ibu menyebut bahwa orang yang sama kembali beberapa malam
kemudian dengan pria dan geng lain memperkosa anak gadisnya. Serangan seksual itu kemudian berlanjut, dengan pria lain yang datang ke rumah keluarga si gadis dan memaksanya pergi ke gubuk pantai tempat mereka membiusnya dan membiarkan pria lain menyiksanya.
Pemerkosaan secara bergantian ini diduga terjadi mulai Mei tahun lalu. Polisi kini telah mengidentifikasi 11 tersangka penyerang, yang diklaim gadis itu bukan dari pulau tersebut. Yuttanakorn Juanjenkij, pejabat pemerintah di Tambon Loryoong, mengatakan kepada Malaysian Digest sulit dipercaya penduduk setempat.
"Warga lokal siap untuk bekerja sama dengan polisi," kata Yuttanakorn Juanjenkij, seorang pejabat pemerintahan di Tambon Loryoong, distrik setempat. Menurutnya, publistitas negatif ini telah mempengaruhi penduduk desa.
Ban Koh Raed adalah rumah bagi sekitar 180 pria dewasa, dengan beberapa warga mengungkapkan penyesalan dan skeptisisme tentang dugaan bahwa sekitar 40 pria terlibat dalam kekerasan seksual tersebut.
Sebab, jika klaim itu benar, artinya seperlima penduduk merupakan pihak yang melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak.
"Pikirkan tentang anak-anak yang tinggal di desa. Mereka merasa stres atas dugaan ini, mereka mungkin saja bisa berpikir bahwa ayah mereka mungkin salah satu tersangkanya," kata Yuttanakorn
Juga dikatakan bahwa setelah hasil pemeriksaan warga desa ditemukan bahwa
"Beberapa memiliki gejala ringan seperti stres, kegelisahan dan insomnia. Tapi yang lain memiliki masalah serius seperti pikiran untuk bunuh diri."
Dan sampai sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan. Semoga kasus ini cepat ditangani dan desa itu dipenuhi oleh kedamaian dan keamanan kembali.
thumbnail

Diposting oleh On 05.50.00 with No comments


Cerita tentang peristiwa pelecehan seksual di Tangerang viral di dunia maya. Dari cerita yang disebar melalui aplikasi chat Line itu bisa diambil pelajaran kalau predator seksual tak pandang usia saat melakukan aksinya.
Terbaca dari foto capture yang telah menyebar viral, cerita tersebut dibuat oleh pengguna Line bernama Novira Andreana. Ia mengaku menjadi saksi aksi pelecehan seksual yang terjadi di sebuah angkutan umum jurusan Ciledug Jombang, Tangerang, Banten

Novira mengawali ceritanya dengan mengatakan pelecehan seksual bisa terjadi pada siapapun tak mengenal usia. Bahkan yang terjadi di Tangerang, sang korban menggunakan pakaian tertutup.
Novira menceritakan saat itu angkutan umum yang ia tumpangi hanya berisi empat orang, Formasi penumpang antara lain, Novira, pria pelaku pelecehan seksual, seorang bapak-bapak dan ibu-ibu.
Novira merasa ada yang aneh dengan pria yang duduk di dekat ibu-ibu tersebut. Pelan tapi pasti, pria itu mulai mendekati sang ibu-ibu.
"Nggak lama gue merasa ada yang aneh, ini kenapa bapak-bapak deket amat ke ibu-ibu duduknya? Terus, tanganya juga kelihatan nggak di tempat yang seharusnya. Tangannya-atau jarinya, lagi pelan-pelan meraba payudara ibu-ibu tua di depan gue yang kebetulan jeleknya lagi tidur," tulis Novira.
Apa yang dilakukan pria tersebut tertangkap basah oleh Novira. Pria itu langsung gemetar seperti seorang penjahat tertangkap basah. Tak takut karena sudah ketahuan, pria tersebut mengulangi aksinya, di kesempatan kedua itu Novira berhasil mengambil gambar aksi pelecehan seksual itu.
Merasa takut untuk memperingatkan pelaku, Novira pura-pura bertanya mengenai rute ke stasiun agar perhatian pelaku terpecah. Trik itu berhasil hingga Novira dan ibu-ibu yang menjadi korban turun di stasiun.
Saat di stasiun Novira menceritakan apa yang dilihatnya kepada ibu-ibu tersebut. Sang ibu yang tak diketahui identitasnya itu kaget dan heran.
"Ya ampun, kok ada-ada aja sih, aku kan udah nenek-nenek," ungkap sang ibu-ibu seperti ditulis Novira.
Netizen pun turut berkomentar mengenai cerita tersebut.
"Nih woy, yang masih sering nyalahin gaya berpakaian, jelas-jelas yang salah pelakunya aja, udah titik," cuit @enakdiem.
"Masih mau bilang nyalahin yang pakai baju? Ketampar lo baca ginian?" cuit @vodcaaz.