Kategori

thumbnail

Diposting oleh On 01.29.00 with No comments

Pernah mendengar atau membaca SWDKLLJ? coba Anda cermati STNK kendaraan. Saat kita membayar pajak kendaraan otomatis kita akan dikenai biaya SWDKLLJ. Apa SWDKLLJ itu? Kegunaannya untuk apa ? 

SWDKLLJ yaitu kepanjangan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Dengan membayar SWDKLLJ masing-masing bayar pajak kendaraan, otomatis diri kita tercatat ikut asuransi yang dikelola oleh perusahaan BUMN yang bernama Jasa Raharja.

Adapun besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan. Untuk motor berkapasitas mesin 50 cc hingga 250 cc akan dikenai tarif Rp 35 ribu. Sedangkan untuk jenis sedan, jip dan lain-lain sebesar Rp 143 ribu.

Kegunaan yang didapat dari SWDKLLJ yaitu seseorang memperoleh perlindungan asuransi bila menjadi korban dari kejadian kecelakaan melibatkan pemilik kendaraan.

"Jadi misalnya si A menabrak pejalan kaki, biaya SWDKLLJ ini akan menjadi hak dan diberikan ke pejalan kakinya, bukan si pengendara sepeda motornya," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja Edi Supriyadi saat berbincang denganLiputan6.com, Selasa (12/7/2016).

Besarnya santunan yang diperoleh oleh Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan RI No 36/PMK. 010/2008 dan 37/PMK. 010/2008 pada 26 Februari 2008 yaitu :

- Meninggal Dunia, sebesar Rp 25 juta 

- Cacat  (Maksimal), sebesar Rp 25 juta 

- Biaya Rawat (Maksimal), sebesar Rp 10 juta 

- Biaya Penguburan, sebesar Rp 2 juta 

"Pembayaran santunan ini prosesnya sekarang sudah online, bisa langsung kita bayarkan satu hari setelah kejadian. Karena kita sudah ada kerja sama dengan Dukcapil dan Kepolisian," ujar dia.

Edi menuturkan, untuk mendapatkan santunan tersebut, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, pihak Jasa Raharja yang pro aktif melakukan pendataan para korban kecelakaan dan langsung memberikan santunan. Kedua, pihak korban yang menghubungi dan memproses sendiri santunan ke kantor Jasa Raharja.


Sumber : liputan6
thumbnail

Diposting oleh On 22.24.00 with No comments


Tanda Suami Tak Menyukai Keluarga Istri - Pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang yang saling mencintai, namun juga menyatukan dua keluarga. Meskipun demikian, pernikahan belum tentu membuat kedua keluarga saling menyukai satu sama lain. Hal ini karena dikarenakan berbagai faktor seperti latar belakang kehidupan keluarga masing-masing yang berbeda.

Memang perbedaan latang belakang keluarga kerap menjadi permasalahan dalam pernikahan sehingga salah satu keluarga tidak menyukai keluarga pasangan, hal ini sering terjadi, namun yang terpenting jangan sampai hal tersebut merusak pernikahan yang baru saja di jalani anda dan pasangan anda.

Berbicara tentang hal tersebut, anda beberapa tanda suami yang kurang atau tidak menyukai keluarga istri. Berikut tanda-tanda suami tidak menyukai keluarga istri.

1. Tidak pernah ikut acara pertemuan keluarga

Setiap keluarga pasti memiliki acara rutin pertemuan keluarga untuk mempererat tali persaudaraan keluarga. Acara ini biasanya dilakukan saat silaturohmi hari raya idul fitri seperti reonin. Namun jika suami anda enggan atau menolah untuk menghadiri acara keluarga anda, itu salah satu pertanda suami anda tak menyukai keluarga anda.

2. Tidak pernah bertanya kabar keluarga anda

Setelah menikah, tentu anda dan suami akan hidup mandiri dengan membangun rumah tangga sendiri dan berpisah dengan keluarga serta orang tua. Nah ketika anda sering menelpon ibu atau keluarga anda yang terpisah jauh, namun suami anda terkesan cuek tak menanyakan kabar keluarga anda, bisa jadi suami anda tak menyukai keluarga anda.

3. Mengabaikan keluarga anda

Tanda berikutnya yaitu suami anda mengabaikan keluarga anda. Maksutnya mengabaikan yaitu suami anda tak mau berbosa-basi atau menyapa keluarga anda ketika bertemu, bahkan terkesan cuek ketika disapa keluarga anda. Hal ini jelas salah satu tanda suami anda tidak menyukai keluarga anda.

4. Keluar rumah saat keluarga anda datang kerumah

Ketika keluarga anda datang berkunjung kerumah anda, justru suami anda malah keluar atau pergi, dan hal ini terjadi berkali-kali. Suami anda selalu memiliki asalan untuk pergi meninggalkan rumah saat keluarga anda datang. Hal ini bisa jadi karena suami anda tak ingin bertemu dengan keluarga anda dikarenakan dia tidak suka dengan keluarga anda.

5. Tidak melibatkan keluarga anda

Setiap akan mengadakan suatu acara suami anda tak pernah melibatkan keluarga anda. Itu juga menjadi tanda jika suami anda memang tak menyukai keluarga anda.

Demikianlah informasi tentang 5 Tanda Suami Tak Menyukai Keluarga Istri. Meskipun suami anda tak menyukai keluarga anda, jangan sampai hal itu merusak pernikahan anda dan suami. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

sumber :  viva
thumbnail

Diposting oleh On 13.23.00 with No comments

Petugas Kepolisian memberikan masker untuk balita di Simpang Maya, Tegal, Jawa Tengah Minggu (10/7). Pihak Kepolisian menghimbau kepada pengendara motor supaya berhati-hati dalam berkendara. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Anggota Polsek Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah Brigadir Purwono ditemukan meninggal dunia, setelah bertugas di berbagai pengamanan saat Lebaran.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan, Purwono yang meninggal sekitar pukul 08.30 WIB itu, bukan meninggal akibat kelelahan, tapi murni karena sakit.

"Yang bersangkutan diketahui menderita penyakit jantung. Informasi terakhir yang kami terima anggota tersebut kena serangan jantung, bukan kelelahan akut," jelas Agus saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (10/7/2016) malam.

Agus menegaskan, tidak ada tugas berat yang dibebankan kepada anggotanya. Para kapolsek yang bertugas tak akan membiarkan anak buahnya kelelahan dan bekerja di luar batas.

"Semua itu (tugas) sudah ada pengaturan, mekanisme dan SOP-nya," kata dia.

Agus mengimbau, bagi polisi yang tengah bertugas dan merasa lelah, agar segera berkoordinasi dengan komandannya. 

Dia juga mengimbau jajarannya yang bertugas, terutama pada Operasi Ramadniya agar tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan bertugas.

"Ini penting untuk memberikan pelayanan prima pada masyarakat," tegas Agus.

Kendati, Agus juga mengimbau jajarannya agar tak meninggalkan pos penjagaannya meski tengah beristirahat. Sehingga mudah dipantau dan jika sakit keras bisa langsung ditangani dengan baik.

"Kalau sudah capek istirahat dulu, di pos terdekat atau langsung ke mapolsek dan berkoordinasi dengan komandan masing-masing," pungkas Agus.

Sebelumnya beredar imbauan kepada para polisi yang tengah bertugas dalam arus mudik dan arus balik Lebaran, agar menjaga dan memperhatikan kesehatan.

Brigadir Purwono, Anggota Polsek Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah dalam pesan tersebut disebut-sebut meninggal akibat kelelahan bertugas 24 jam dalam Operasi Ramadniya.

Selain bertugas dalam pengamanan Lebaran, Brigadir Purwono juga disebut-sebut mengamankan beberapa kegiatan lainnya, kerena keterbatasan jumlah personel.

Dalam pesan tersebut juga terdapat imbauan kepada para polisi, jika kondisi sudah lelah, agar beristirahat namun tidak meninggalkan lokasi bertugas.



Sumber : liputan6
thumbnail

Diposting oleh On 07.05.00 with No comments

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan melepas kerinduan. Namun tidak bagi Samanto asal Brebeg, Nganjuk.
Pada Hari Kemenangan ini, dia justru dibuang oleh anak kandungnya sendiri di jalan. Hal itu dilakukan pada malamtakbiran.
"Takbiran wingi, anakku sing mbarep ngejak metu numpak mobil, aku takok ape dijak nang ndi aku, aku dikongkon meneng ae, ternyata aku didukno nang embong." (Takbiran kemarin anak sulungku mengajak keluar aku lalu diturunkan di jalan)
Samanto sendiri lupa berapa usianya saat ini. Yang dia tahu saat ini berada di Surabaya, tepatnya di Griya Werda, kelolaan Dinas Sosial Kota Surabaya, dan itu bukan karena keinginannya.
Satu yang tak bisa lepas dari ingatannya. Saat semua orang menantikan malam kemenangan melalui gema takbir, saat itu pula ia ditelantarkan oleh anak kandungnya di jalan raya salah satu ruas sudut kota Surabaya.
"Sik iling aku waktu iku, disuruh lungguh nang dalan, terus montore lungo ninggal aku dewean. Onok wong nggawe seragam (Satpol PP), aku diangkut, dideleh kene, anakku mbuak aku (seingatku waktu itu aku disuruh duduk di jalan lalu mobilnya pergi. Kemudian ada orang memakai seragam (Satpol PP)," ucapnya sambil tak terasa air mata mengalir di pipinya, Jumat (8/7/2016).
Samanto mengakui anaknya memang terbilang kejam. Selain membuang dirinya, anaknya juga sempat menyiksa ibu kandung sendiri.
Aku stroke, anakku kejem. Nang omah mak'e yo di-idek-idek, aku wis ngomong, Nduk iki wong tuwomu, ojok tego ngono (Aku stroke, anakku kejam. Di rumah ibunya juga diinjak-injak, aku sudah bilang, Nduk ini orangtuamu, jangan setega itu)," ucapnya sambil menerawang mengingat kondisi rumahnya di Brebeg, Nganjuk.
Saat ini, karena perlakuan anak sulungnya itu, Samanto tidak tahu kemana istrinya pergi. Keduanya sengaja dipisahkan.
"Nang omah aku gak oleh metu, aku dikongkon nang kamar terus, de'e isin aku loro ngene. Isin karo tonggo, isin karo kancane (Di rumah aku gak boleh kelaur, aku disuruh di dalam kamar terus, dia malu aku sakit seperti ini. Malu dengan temannya)," ujarnya.
Saat tubuhnya masih segar dan kuar, Samanto bekerja sebagai salah satu penjaga keamanan di pabrik makanan ternak.
Sang anak adalah penyemangat dirinya banting tulang mencari rezeki. Ia ingat, saat anaknya masih kecil, Samanto menyisihkan uang untuk membelikan sepeda, meskipun sebenarnya kondisi keuangannya pas-pasan.
Saat anaknya rewel, dia dengan sabar menggendongnya dengan jarik (selendang) agar ia kembali tenang. Saat anaknya sakit, ia ingat betapa ia dan istrinya repot membawanya ke rumah sakit.
"Soale aku wong ra nduwe dadi de'e jahat, aku gak isok ngekei mangan akhire ngomel-ngomel. Bapak njaluk sepuro Nak. Aku wis tau ngomong bolak-balik. Nak, nek bapak karo ibumu nduwe salah njaluk sepuro, omongono bojomu pisan (Soalnya aku orang tak punya jadinya dia jahat, aku tidak bisa memberi makan akhirya ngomel-ngomel. Bapak minta maaf Nak. Aku sudah berkali-kali ngomong Nak bila Bapak dan Ibumu punya salah minta maaf, istrimu kasih tahu sekalian)," kisahnya dengan kembali berdera air mata.
Tadinya, Samanto ingin berlebaran bersama keluarga dan ingin bertemu dengan cucu-cucunya yang kini sedang bertumbuh dewasa. Dia rindu momen sungkem bersama sambil menikmati makanan khas Lebaran. Namun harapan itu sirna.
"Maksudku aku wingi nang omah, iso riyoyoan karo anak putu, lah kok aku dibuak. Tau tak alusno arek iku, tapi ya tetep kasar. Aku pingin pulang (Aku kemarin bermaksud di rumah bisa berlebaran bersama anak cucu, lah kok dibuang. Aku telah berusah anakku itu untuk berprilaku halus, namun tetap saja kasar)," keluhnya sambil memegang kepala.
Kendati dibuang anaknya, namun Samanto tetap memaafkannya dan berdoa agar anaknya berubah.
"Aku wis ngampuni anakku, tetep ndungo ben anakku berubah (Aku sudah mengampuni anakku, tetapi aku tetap berdoa agar dia berubah), Ya Allah, ampuni. Aku kepingin pulang," kataku lemas.
Ini adalah hari keempat Samanto bersama teman-teman sebayanya tinggal di tempat penampungan milik pemerintah. Dia berharap waktu akan cepat berlalu, hingga suatu hari keluarganya menjemputnya, dan kembali memerlukan kehadiranSamanto, semoga! (*)
Berita ini sudah tayang di Surya online edisi Jumat, 8 Juli 2016 dengan judul Jeritan Hati Seorang Bapak: Samanto Ditinggalkan Anaknya di Malam Takbir

Sumber : Tribun
thumbnail

Diposting oleh On 06.59.00 with No comments

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan menjadi korban pemerkosaan saat suaminya tengah piket kerja malam sebagai seorang satuan pengamanan (Satpam) pasar, Sabtu, (09/07/2016).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dini hari di kediaman korban, AR (16) di Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo ini bermula saat pelaku, AN (40), warha Jalan Lembu, Sengkang, Kabupaten Wajo mendatangi rumah korban dan menanyakan keberadaan suami korban.
Mengetahui suami korban tidak berada di rumah, AN bukannya pulang namun langsung mengunci pintu serta membekap tubuh AR.
AR yang terus melakukan perlawanan harus pasrah dibawah todongan senjata tajam. Usai memperkosa korban, pelaku langsung kabur dan mengancam korban agar tidak memberitahukan peristiwa ini kepada suami korban.
Setelah suaminya pulang pada pagi hari, korban kemudian memberitahukan peristiwa pemerkosaan yang dialaminya dan langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.
Polisi yang mendapatkan laporan langsung membekuk pelaku yang tengah tertidur pulas di rumahnya.
"Pelaku berpura-pura bertamu dengan alasan mencari suamikorban dan korban langsung diperkosa setelah membuka pintu. Pelaku sendiri sudah kami amankan dan sementara dalam proses pemeriksaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Frans Barung Mangera, Sabtu (9/6/2016). (*)

Sumber : tribun
thumbnail

Diposting oleh On 10.55.00 with No comments




Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih menunggu intruksi dari pemerintah Indonesia terkait pembebasan tujuh warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok militan di Manila.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, hingga saat ini TNI masih mengupayakan pembebasan terkait tujuh WNI tersebut, namun pihaknya sendiri tidak berani mengambil keputusan sepihak tanpa ada perintah langsung dari pemerintah.

"Kita menunggu SOP antara tentara sana (Filipina) dan TNI. Di luar itu (SOP) melanggar kedaulatan negara, kita tidak berani," Kata Gatot saat ditemui pada acara open house di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/7).

Dia mengatakan, dalam upaya pembebasan WNI yang menjadi sandera perlu adanya kesepakatan dengan tentara Filipina agar tidak terjadi pelanggaran kedaulatan dan memicu konflik yang lebih besar. Selama ini pemerintah filipina sendiri selalu bekerjasama dalam upaya pembebasan WNI yang disandera.

Sejak pembebasan sandera sebelumnya, TNI mendapatkan bantuan dari pemerintah Filipina. Mereka mengirimkan sinyal-sinyal intelijen, memberikan informasi, baru setelahnya dilakukan pembebasan. Koordinasi memang selalu menjadi modal utama dalam pembebasan sandera antara TNI dan tentara FIlipina.

"Sekarang agak lama karena baru saja pergantian pemerintah kita tunggu saja, semuanya dalam keadaan baik," katanya.

Sejauh ini tujuh anak buah kapal tugboat Charles 001 dan Robby 152 disandera pada 20 Juni lalu di Laut Sulu saat sedang menempuh perjalanan membawa batu bara dari Tagoloan Cagayan, Mindanao, menuju Samarinda.

Ini bukan kali pertama WNI disandera oleh kelompok militan di Filipina selatan. Sebelumnya, 14 orang disandera oleh Abu Sayyaf dalam dua kesempatan berbeda, juga di sekitar perairan Laut Sulu.

Sementara itu menurut Gatot, ketujuh WNI yang disandera tersebut masih berada di Jolo meskipun sempat beberapa kali berpindah. (pit)

Baca Juga :


Sumber : cnnindonesia 
thumbnail

Diposting oleh On 10.49.00 with No comments

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda Unifil (United Nations Interim in Lebanon) 2016 melaksanakan Salat Idul Fitri 1437 H/2016 M di Lapangan Camp Soedirman, Lebanon Selatan, Rabu (6/7/2016). FOTO: DOK.TNI 
 
KLIKKLIKBERITA.COM, LEBANON – Jauh dari keluarga di saat momen Idul Fitri. Hal itulah yang dialami oleh sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda Unifil (United Nations Interim in Lebanon) 2016.
Para prajurit TNI ini melaksanakan Salat Idul Fitri 1437 H/2016 M di Lapangan Camp Soedirman, Lebanon Selatan, Rabu (6/7/2016).

Satgas TNI yang dipimpin Kolonel Kav Jala Argananto, sebagai Komandan Kontingen Garuda Unifil ini sedangkan menjalankan misi perdamaian PBB di wilayah perbatasan Lebanon Selatan-Israel.
Pelaksaaan Salat Idul Fitri yang digelar Pasukan Garuda merupakan sebagai bentuk dalam rangka menyambut fajar kemenangan dan kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri sebagai berkat limpahan Rahmat dan Karunia Allah SWT.
Bertindak selaku Imam dan Khotib yaitu Ustaz, Rahmansyah Al Faruq dari Staf KBRI. Tampak hadir seluruh prajurit Kontingen Garuda yang bertugas di Markas Unifil dari Satgas FHQSU, MCOU, CIMIC, FPC dan SO serta Kontingen dari negara lain.
Perayaan Idul Fitri kali ini mempunyai makna tersendiri bagi prajurit Garuda. Hal itu dikarenakan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan, mempunyai tantangan cukup berat.
Sebab hampir sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di daerah operasi, disamping harus menyesuaikan waktu puasa yang lebih lama dibanding waktu puasa di Tanah Air yaitu sekitar 17 jam. Ditambah pula ibadah kali ini jauh dari keluarga yang dicintai.
Hal tersebut merupakan momen yang sangat membanggakan sekaligus mengharukan. Karena walaupun terpisah jauh dengan keluarga tercinta dan kampung halaman serta berada di negara orang untuk misi pemeliharaan perdamaian.
“Itu ternyata tidak mengurangi semangat serta kebahagiaan para prajurit yang sedang berada di medan tugas untuk merayakan hari kemenangan sebagai umat muslim, tanpa mengurangi kesiapsiagaan dan tugas yang telah diembankan sehari-hari,” kata Dansatgas seperti dilansir dalam siaran pers Perwira Penerangan Kontingen Garuda 2016, Kapten Int Dont Pasaribu.
Usai pelaksanaaan Ibadah Salat Idul Fitri dilanjutkan acara Halal Bihalal oleh Komandan Kontingen Garuda Unifil 2016 Kolonel Kav Jala Argananto, didampingi para Dansatgas dan Perwira Staf Satgas serta perwakilan Perwira TNI yang bertugas di Markas Unifil. Dengan bersalam-salaman antara sesama prajurit untuk saling memaafkan.
Indahnya perayaan hari lebaran pada tahun ini memang tidak mereka dapatkan di Tanah Air bersama keluarga.
Namun suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang sudah terjalin selama 6 bulan di medan operasi bisa menggantikan suasana lebaran yang seperti mereka rasakan diwaktu-waktu sebelumnya.
Selesai halal bihalal bersama prajurit kegiatan dilanjutkan menuju Kantor Kedutaan Besar RI di Beirut untuk melaksanakan silaturahmi dan halal bihalal dengan masyarakat Indonesia yang berada di Lebanon, termasuk dengan Duta Besar RI untuk Lebanon beserta staf.
(fri/jpnn)
thumbnail

Diposting oleh On 07.17.00 with No comments

klikklikberita.com - Dua pelaku begal bernasib tragis saat beraksi di Kabupaten Demak.
Satu pelaku yang diketahui bernama Nanang (20) alias Panjul warga Desa Ringinjajar, Kecamatan Mranggen, Demak tewas, dan pelaku lain yakni Deni (20) Warga Karangroto, Kecamatan Genuk, Semarang babak belur dan berhasil ditangkap aparat kepolisian di kawasan Citarum, Semarang.
Peristiwa bermula ketika kedua pelaku kriminalitas itu beraksi membegal seorang pengendara pada Senin (04/07/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. Di luar dugaan, buruan mereka ternyata seorang anggota TNI yang sudah tak diragukan lagi ilmu beladirinya.
Korban yaitu anggota Intel Korem 073 Makutarama Salatiga, Sersan Satu Mashudi (47), warga Kecamatan Mranggen, Demak. Sepulang bertugas, Sertu Mashudi dihadang kedua pelaku begal di sekitar lapangan Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen,Demak.
Sertu Mashudi yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah putih bernopol H 3214 AHE dipepet kedua pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor Satria F warna biru bernopol H 1519 AD. Kedua begal itu lantas berusaha merampas sepeda motor Sertu Mashudi.
Tak banyak cakap, Sertu Mashudi langsung melakukan perlawanan terhadap kedua begal itu. Satu per satu begal ini kelimpungan dihajar oleh Sertu Mashudi di lokasi kejadian. Merasa tak berdaya, kedua begal itu kemudian kabur mengendarai sepeda motornya.
"Sepulang tugas, saya dipepet dua orang tak dikenal. Mereka mencoba merampas motor saya saat itu. Saya kemudian mencoba melawan dengan menghajar keduanya. Mereka lari terbirit-birit menggunakan motornya. Saya teriaki mereka saat itu. Jambreeettt !!! " terang Sertu Mashudi kepada Tribun, Selasa (05/07/2016).
Pelaku yang ketakutan itu tidak dapat mengendalikan laju sepeda motornya, dan menabrak pagar tembok Mts Rohmaniyah Menur, Mranggen.
Nanang yang kabur ke area persawahan di Desa Menur tertangkap tangan oleh warga yang mengejarnya. Nanang dihakimi warga hingga kritis dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sementara begal satunya yaitu Deni melarikan diri ke arah Semarang. Deni berhasil diringkus Sertu Mashudi bersama anggota Polsek Mranggen saat itu juga di wilayah Citarum, Semarang. (*)

Sumber : Tribun
thumbnail

Diposting oleh On 12.50.00 with No comments

Antrean panjang hingga mengular lebih dari satu kilometer lebih sejumlah SPBU Pantura Brebes dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk menjual BBMjenis Premium eceran dengan harga yang fantastis.
Distribusi pasokan BBM dari mobil Pertamina pun terkendala kemacetan jalur mudik. Peluang ini dimanfaatkan oleh pedatang untuk ambil keuntungan berlipat-lipat. Bagaimana tidak, satu literBBM jenis premium mereka jual dengan harga Rp 50 ribu per liter atau lima kali lipat lebih mahal dari harga normalnya.
Mahalnya BBM jenis premium eceran yang dijual warga dikeluhkan sejumlah pemudik yang melintas di jalur Pantura Brebes.
Subekti (50) misalnya, pemudik asal Cibinong Jakarta tujuan Solo mengaku terpaksa harus merogoh koceknya dalam-dalam untuk membeli bensin eceran dengan harga fantastis.
"Mau gimana lagi mas, bensin di mobil saya sudah mau habis. Padahal SPBU masih 5 Km lagi dari sini. Dan juga kondisi di jalur Pantura Brebes ini masih padat," kata Subekti.
Selain itu, kata dia, antrian panjang di SPBU juga menjadi alasan kenapa ia terpaksa membeli bensin eceran tersebut. "Tapi ya sudah lah mending beli bensin mahal yang penting mobil bisa jalan. Tadi saya beli 10 liter di warga yang jual bensin keliling bawa jeriken," kata dia.
Hal senada juga diungkapkan, pemudik sepeda motor yang juga mengaku pasrah saat harus membeli bensin eceran dengan harga yang tidak wajar. Heru (27) pemudik sepeda motor asal Jakarta tujuan Semarang. Ia mengaku terpaksa membeli bensin eceran karena bensin di tanki kendaraannya sudah hampir habis.
"Iya tadi saya beli eceran 3 liter Rp 120 ribu, satu liter harganya Rp 40 ribu. Mau gimana lagi ya takut nanti malah mogok motornya," kata Heru pemudik sepeda motor. Sementara itu, menurut seorang penjual bensin eceran, Sunarto (48) mengaku, dalam sehari ia mampu menjual bensin eceran sebanyak 50-60 liter dengan harga mulai dari Rp 40 ribu - Rp 50 ribu.
"Saya jual bensin ini kalau motor Rp 40 ribu per liter, kalau untuk mobil saya jual Rp 50 ribu per liter," akunya. Sunarto mengaku menjual bensin eceran dengan harga fantastis karena sulitnya membeli bensin di sejumlah SPBU di jalur Pantura yang katanya stok kosong semua. (*)
thumbnail

Diposting oleh On 12.17.00 with No comments


klikklikberita.com - Dua orang yang dilaporkan berprofesi sebagai aparat keamanan (askar) Masjid Nabawi, Madinah, tewas akibat ledakan pada Senin (4/7) sore waktu setempat. Aljazeera melaporkan keduanya terkena imbas ledakan sebuah mobil dikendarai seseorang yang secara sengaja mengincar korban.
Insiden ini menurut pejabat keamanan Saudi kemungkinan besar aksi bom bunuh diri. Lokasi ledakan di Madinah berada di lapangan parkir mobil yang menghubungkan Masjid Nabawi dengan Kantor Pengadilan Tinggi. Bom meledak saat jamaah melaksanakan salat maghrib.
Stasiun Televisi Al Arabiya melaporkan warga yang berada di dekat Masjid Nabawi kini beramai-ramai mengirim gambar serta video situasi hiruk pikuk akibat ledakan mobil tersebut.
Dalam waktu bersamaan dengan insiden Madinah, bom juga meledak di depan Masjid Jami Qatif yang menjadi tempat ibadah minoritas Syiah Arab Saudi di Provinsi Timur. Pelaku meledakkan dirinya persis di halaman depan masjid menjelang momen buka puasa, namun tidak warga menjadi korban.
"Saya bisa melihat bagian tubuh berserakan. Hampir pasti ini bom bunuh diri," kata Nasima al-Sada selaku saksi mata di Qatif, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Ditambah ledakan dekat Konsulat Amerika Serikat di Jeddah beberapa jam sebelumnya yang melukai dua petugas keamanan, dalam sehari Arab Saudi mengalami tiga kali insiden ledakan dengan dugaan bom bunuh diri. Belum ada laporan korban dari kalangan warga sipil, kecuali tiga pelaku yang semuanya tewas.
Belum ada laporan kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ke beberapa masjid itu. Masjid Nabawi sendiri adalah tempat paling suci kedua bagi umat Islam sedunia setelah Masjidil Haram di Makkah, dikunjungi dua juta orang dari seluruh dunia setiap tahunnya.

Sumber : Merdeka
thumbnail

Diposting oleh On 05.50.00 with No comments


klikklikberita.com - Komandan Kontingen Garuda (Konga) Unifil 2016 Kolonel Kav Jala Argananto, menyematkan Brevet Garuda secara langsung kepada Unifil (United Nations Interim in Lebanon) Chief Of Staff (COS) Major General Michel Grintchenko dalam sebuah Upacara Militer di Lapangan Soedirman Camp, Naqoura, Lebanon Selatan, Sabtu (2/7/2016).
Upacara Penyematan Brevet Garuda dimulai pukul 09.00 pagi waktu Lebanon, Acara ini sengaja digelar sebagai wujud rasa hormat dan penghargaan tulus kepada COS Major General Michel Grintchenko dan jajarannya atas segala dukungan, bimbingan dan arahan serta kerjasama yang baik terhadap Kontingen Garuda selama dalam pelaksanaan tugas di Unifil.
Pamen yang akrab dipanggil Jala tersebut, mengatakan bahwa Brevet Garuda merupakan lambang semangat pengabdian terhadap tugas dan tanggung jawab dalam mengemban dan melaksanakan Misi Pemeliharaan Perdamaian di seluruh dunia, termasuk di Lebanon Selatan.
Sementara itu, Major General Michel Grintchenko dalam sambutannya memberikan penghargaan yang tinggi terhadap Kontingen Garuda atas kinerja sangat baik yang telah dilaksanakan selama ini, serta ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kontingen Garuda kepada dirinya segabai warga kehormatan Garuda.
Hadir pada upacara penyamatan Garuda Brevet antara lain, Dansatgas FPC Mayor Inf Catur Sutoyo, Dansatgas MCOU Mayor Czi Roni Agus Widodo, Dansatgas Cimic Mayor Inf Batara Alex Bulo dan para perwira Staff Officer di Unifil HQ. Acara diakhiri dengan foto bersama di depan patung Garuda, Soedirman Camp. (*)

Sumber : tribun
thumbnail

Diposting oleh On 02.00.00 with No comments


klikklikberita.com - Kasih sayang orang tua memang sepanjang masa.
Apapun yang diinginkan anaknya, orang tua selalu berusaha memenuhi.
Ibu rela berdekatan dengan maut ketika melahirkan kita ke dunia.
Ayah rela banting tulang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Namun sering kali segala hal yang telah dilakukan orang tua itu dilupakan oleh anak.
Seperti kisah yang dituturkan oleh Aznan Abdul Latif berikut ini.
Dilansir dari Siapkeli, Sabtu (2/7/2016), Aznan bercerita tentang seorang pria tua yang malang.
Aznan Abdul Latif adalah seorang warga Melaka, Malaysia yang ikut menjalankan program Sekampit Beras yang dicanangkan pemerintah setempat seriap bulan Ramadan tiba.
Suatu saat ketika sedang berkunjung ke rumah warga kurang mampu, ia mendapati seorang pria yang sudah renta tinggal sendirian di sebuah rumah usang.
Padahal sebenarnya ia memiliki delapan anak yang semuanya sudah dewasa.
Aznan bertanya apakah anak-anak pria itu akan pulang ketika Lebaran tiba.
Mendengar pertanyaan itu, wajah pria yang tidak disebutkan namanya tersebut seketika berubah.
Ia terlihat begitu sedih dan kecewa.

Bapak tersebut mengatakan jika kedelapan anaknya tidak akan ada yang pulang ke rumah untuk menemuinya.
Saking sedihnya, bapak itu justru berdoa kepada Tuhan untuk mencabut nyawanya saja.
"Tak ada gunanya lagi aku hidup, Kau matikanlah aku Ya Allah," ucapnya.
Aznan pun begitu tersentuh dengan cerita tersebut, ia menahan air matanya sembari menasihati bapak itu agar tetap tabah.
Aznan berharap agar anak-anaknya meluangkan waktu untuk sekadar mengunjungi bapaknya yang tampak kesepian tersebut.
"Saya tak kenal siapa bapak itu, juga tak tahu delapan anak-anaknya kerjanya apa," ucap Aznan.
"Harapan kami semoga harapan bapak tersebut untuk melihatanaknya pulang buka lagi menjadi mimpi, tapi bisa menjadi kenyataan," tutupnya. 

TribunSolo.com
thumbnail

Diposting oleh On 01.56.00 with No comments


klikklikbrita.com - Nasib miris yang menimpa anak-anak di Indonesia turut dialami oleh salahsatu anak di Kabupaten Sambas, seperti yang dialami oleh Alwi, bocah 11 tahun yang berasal dari Rantau Panjang, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas.
Seperti diunggah oleh pemilik akun Engku Dzalel di media sosial, pada grup Aspirasi Masyarakat Kabupaten Sambas (AMKS), bocah tersebut mengayuh sepeda dengan menempuh jarak puluhan kilometer dan menyeberangi aliran sungai Sambas besar, untuk berjualan sayur di Kecamatan Teluk Keramat.
“ALWI (11 TAHUN) BOCAH YANG MENJADI TULANG PUNGGUNG KELUARGA. Salut dan terharu ketika melihat perjuangan anak sekecil ini mencari rejeki untuk membantu perekonomian keluarga,” tulis Engku Dzale.
Panas dan jarak yang jauh tidak sedikitpun mengurangi semangatnya. Setiap hari mengayuh sepeda dari rantau panjang (Sebawi)-Sungai Baru (Teluk Keramat) untuk berjualan sayur dengan sepeda bututnya.
Alwi, bocah 11 tahun asal rantau panjang ini harus merelakan masa indah yang dialami anak-anak seusianya, tiada waktu lagi untuk bermain. Bahkan sekolah pun harus putus di kelas 1 SD.
Anak pertama dari 5 bersaudara ini bukan tanpa alasan putus sekolah. Ayahnya sakit (patah kaki akibat tertimpa kayu) dan ibunya harus merantau ke negeri jiran.
“Alwi, sungguh keras dunia yang ditempuhnya. Entah masa depan seperti apa yang akan di alaminya. Setiap hari berjualan tapi tak ada keluhan yang terpancar di wajahnya. Baginya hanya satu tujuan yang harus dicapainya setiap hari. Yaitu barang dagangannya habis terjual. Karena hanya itu yang bisa di bawanya pulang untuk keluarga kecilnya. Alwi, semoga rezeki mu dimurahkan selalu,” tulis Engku Dzalel.
Unggahan Engku Dzalel tersebut mendapat banyak komentar, seperti ditulis oleh pemilik akun Romaja Juang Juang. “Semangat nak, sukses bukan sepenuhnye milik orang pintar dan cerdas, sukses milik orang yg berusaha untuk menggapainye,” tulisnya.
Sementara pemilik akun Yudi Siswanto menyarankan melakukan penggalangan dana, “Boleh galang dana untuk koin peduli lebaran untuk dek alwi,” tulisnya yang disambut baik oleh pemilik akun yang lain.
thumbnail

Diposting oleh On 01.28.00 with No comments


klikklikberita.com - Hubungan seks merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan sepasang suami istri. Siapapun yang pernah melakukannya akan ketagihan hingga hilang rasa itu.
Namun, beberapa kali Anda tidak melakukannya mungkin dengan alasan medis, atau hanya keinginannya sendiri. Jika itu terjadi, hati-hati Anda akan kekeringan seks.
Dengan kondisi tersebut, Dr Mark Lawton, dari British Association for Sexual Health and HIV akan membantu memberitahu apa yang terjadi jika kurangnya hubungan seksual dengan pasangan, dilansir lamanMetro, Minggu (3/7/2016).
1. Vagina tidak kembali ketat
Jika Anda tidak melakukan hubungan seks dalam jangka waktu yang cukup lama, tetap tak akan mengembalikan keperawanan Anda. Selaput dara Anda pun tidak akan tumbuh lagi.
Otot tegang saat kembali melakukan hubungan seksual, kata Dr Mark Lawton. "Sangat penting Anda rileks ketika kembali berhubungan seks. Jika tidak, otot-otot bisa tegang yang membuat seks menyakitkan."
Pada dasarnya, bersantai, banyak foreplay, dan pelumas akan menjadikan Anda tak ingin cepat berhenti.
2. Tertekan dan cemas
Seks bukan hanya sesuatu yang membuat Anda merasa baik saat itu saja, tapi juga sepanjang hari. Ini diketahui bahwa pelepasan endorfin selama dan setelah bercinta meningkatkan mood Anda, dan mengurangi stres.
Jadi, ketika berhenti, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan itu. "Tentu saja hubungan seks melepaskan hormon endorfin dan hormon bahagia yang memberikan rasa kesejahteraan yang mungkin tidak didapatkan dari yang lain," ujar Dr Lawton.
Dari sudut pandang psikologis, seseorang mungkin merasa bertanggung jawab untuk melakukan seks, "Jika tidak, dapat menyebabkan suasana hati yang tak menyenangkan."
Beberapa studi kecil menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan biasa memiliki respon stres lebih baik daripada mereka yang hanya melakukan masturbasi atau hubungan seks tanpa penetrasi.
3. Menurunnya risiko IMS dan UTI
Risiko penyakit menular seksual akan menurun drastis jika Anda berhenti berhubungan seks.
4. Menurunnya libido
Beberapa kabar baik bagi mereka yang dihantui rasa frustasi seksual. Bagi seorang pria, akan memiliki kadar testosteron lebih rendah dalam tubuh jika hanya memiliki sedikit seks.
"Berhubungan seksual meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh, yang meningkatkan libido, dan menyebabkan hasrat seksual lebih," lanjut Dr Lawton.
5. Disfungsi ereksi
Ditambahkan Dr Lawton, menurunnya testosteron dalam tubuh menyebabkan disfungsi ereksi. Bahkan ada studi di dalamnya, dengan satu temuan ini bahwa laki-laki yang berhubungan seksualnya kurang dari dua kali dalam seminggu mungkin memiliki masalah dengan ereksi.

Sumber : liputan6